Beranda > Refleksi > Muda Foya-Foya, Tua Kaya Raya, Mati Masuk Surga….benarkah….?

Muda Foya-Foya, Tua Kaya Raya, Mati Masuk Surga….benarkah….?

Kemarin pulang kantor…biasa dengan kuda besi GL Max tahun 2004….udah agak lelet sih…tapi alhamdulillah jarak 60 KM pulang pergi saban hari ….Batusangkar-Padangpanjang…masih bisa ke uber….ya emang kan masih belom terlalu tua….astuti aja masih mampu….ya jarak segitu kita tempuh 45 menit….nyantai aja yang penting selamat pulang pergi…mencari nafkah buat anak and isteri …suasana pegunungan dan hawa segar lereng merapi ….juga menambah kenyamanan kita berangkat dan pulang kerja…ngak seperti di kota-kota besar kayak jakarta…fuihh minta ampun…jujur mendingan kerja di daerah ketimbang disana…uda polusi, panas, macet…basilingkik istilah orang minang….yang membuat hati mumet kalo ngak sabar dan berlapang dada…ya itulah gambran ibukota yang saya lihat…(ya kebetulan lumayan sering dinas ke ibukota….
Ditengah perjalan pulang itulah kebetulan saya di salip seekor kuda besi…bukan ini yang ini udah lebih keren…diatas kuda besi…sebuah honda Jazz warna abu-abu metalik…ceper dan modifikasi yang keren abis…istilahnya anak muda….eh kepikiran juga dalam otak…jangan sampe ke hati…”kapan ya ….tongkrongan kita ganti ama itu ….si jazz…ha..ha mimpi kali ye….PNS gol II..punya begituan …Gayus Tambunan kali…ya….” bukan-bukan yang itu yang jadi perhatian tapi sebuah tulisan tiga kalimat dengan gaya tulisan comic ..tulisannya gini “Muda foya-foya, tua kaya raya…mati masuk surga” pasti udah banyak yang dengar istilah ini…mau…juga nih kalo kayak gini………….tapi coba berfikir sejenak…..pantaskah….patutkah….mungkinkah………??????

Ya…inilah barangkali refleksi dari kegamangan generasi..atau barangkali gambaran budaya hedonis…materialistis yang mulai mendarah daging dengan kehidupan kita saat ini…ya alangkah indah dan simplenya hidup kalo demikian ….sekanario dan alur ceritanya selagi muda nikmati hidup…berkreasi..ekspresi diri…bebas dan merdeka …uda dewasa kaya raya, terhormat, sukses dan setelah maninggal masuk surga…siapa yang nolak kalo memang begini….tapi teringat dengan sebuah hadist sang jujungan kalo Dunia itu jembatanya akhirat…jembatan dalam artian titian biasanya terletak antara dua tempat..bisa jadi tebing..yang kiri kanannya jurang yang mengagan dalam…terpeleset …bersipalah untuk terjun bebas dan kegagalan menuju tempat tujuan….
Dunia memang indah…mendahagakan ibarat minum air laut…dan tidak pernah akan puas…tapi harus juga diingat kali hidup didunia adalah permainan…dan yang memenangkan permainan bukanlah mereka yang sibuk dan mabuk dengan dunia tapi sebaliknya..pemenangnya adalah mereka yang mampu meletakkan dan memposisikan dunia di posisinya….ingalah kalo dimata Allah dunia dan segala macam keindahan dan kegelamourannya tidak lebih bernilai dari sebelah sayap seekor nyamuk….lalu apa yang kita banggakan dengan dunia kita……mari renungkan surat cinta dari sang Kekasih berikut ini :

“ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” Q.S Al Hadid ayat 20.

Faktabiruu ya ulil albab..la ‘alakum turhamun

wallahu ‘alam bis showab

–>

Kategori:Refleksi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: