Beranda > Refleksi > Sang Penyita Waktu Itu Bernama Facebook

Sang Penyita Waktu Itu Bernama Facebook

Bunda… Facebook itu penting banget ya? Koq Bunda sering liat-liat Facebook? Tersentak hatiku mendegar pertanyaan si sulung (7 tahun), Kuulangi lagi celoteh anakku, sebegitu pentingnyakah Facebook hingga aku harus sering membukanya?

Kuakui sejak memiliki akun Facebook aku asyik ber-facebook-ria, update status, memberikan comment, upload photo… Ah begitu banyak waktuku tersita untuk Facebook. Kurenungi lagi semua… benarkah FB membawa manfaatkah untukku?

Lebih sering mana antara membuka FB dengan membuka Al- Quran? Yaa Rabb…Ampuni hamba-Mu yang lemah ini. Andaikan waktu yg kuhabiskan bersama FB kugunakan untuk membaca Al- Quran, mentadaburinya, dan mengamalkannya… pastilah akan membawa manfaat yang luar biasa untukku.

Saat kubuka kembali buku mutiara hadits, kutemukan sabdamu Ya Rasul SAW…

“Sesungguhnya Al-Quran ini merupakan perjamuan dari Allah di muka bumi. Maka hendaklah kalian mengambil pelajaran dari perjamuan-Nya semampu kalian.Sesungguhnya Al-Quran ini adalah tali Allah yang sangat kuat, cahaya yang terang, dan obat yang bermanfaat. Ia merupakan pelindung bagi orang yang berpegang teguh dengannya, penyelamat bagi orang yang mengikutinya, tidak pernah bengkok, tidak pernah menyimpang, tidak pernah hilang segala keajaibannya, dan tidak akan banyak mengundang kritikan. Hendaklah kalian selalu membaca Al-Quran karena Allah akan memberi pahala kepada kalian karena membacanya, dengan setiap huruf mendapatkan kebaikan. Demi Allah, aku tidak pernah mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim saatu huruf.”

Subhnallah, menetes air mata ini… aku ingin itu semua, ingin cahaya, obat, pelindung dan penyelamat serta kebaikan untukku. Bisakah kuraih semua itu …kurasakan rindu hati ini padamu Al-Quran… Kuteguhkan hati ini, aku ingin termasuk orang-orang yang ahli membaca Al-Quran, kuniatkan meraih mahkota kemenangan dari-MuYaa Rabb melalui Al-Quran…

Sore itu kupanggil anakku, kupeluk dan kubisikkan padanya, Facebook tidak penting sayang, anak soleh Bunda jauh lebih penting dari Facebook, kulihat senyum di bibirnya, Terimakasih Nak untuk selalu mengingatkan Bunda…

Di kutip dari http://www.eramuslim.com/oase-iman/

Kategori:Refleksi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: