Beranda > Refleksi > Katak Tuli….

Katak Tuli….

Siang itu gerombolan katak…mulai dari yang besar sekelas “kangkuang” hhh..ini nama katak besar dalam bahasa kampung saya…sampai yang kecil mulai berkumpul di sebuah lapangan didepan sebuah menara besi yang tingginya lumayan…bahkan sangat tinggi untuk ukuran seekor “Kangkaung” sekalipun. Ya siang itu ditengah teriakan ribuan penonton para katak-katak ini akan mengikuti sayembara untuk melompat dan mendaki sampai ke puncak menara tadi. siapa diantara mereka yang akan mendapatkan mahkota menjadi katak terbaik dan sukses
Mulailah gerombolan katak ini mengikuti sayembara akbar ini …ditengah teriakan, gemuruh sorakan penonton yang rata-rata mengejek, mencibir kalau katak -kata ini akan sanggup untuk sapai ke puncak, satu persatu mereka mulai berjatuhan dari ribuan…menjadi ratusan bahkan makin susut menjadi puluhan
sepuluh ekor katak masih bertahan para penonton makin meneriaki mereka …sudahlah tidak akan bisa , kalian kecil-kecil…hal yang mustahil mendaki menara setinggi itu…begitu teriakan para penonton dan banyak lagi nada-nada negatif, pesimis mereak lontarkan…satu ekor katak terjatuh….hhhhuhhh..penonton makin bersorak…..tinggal sembilan ekor….satu lagi……lagi dan lagi hingga tinggal seekor katak kecil yang terus merayap dan mendaki ke puncak..ditengah gemuruh teriakan penonton yang menyuruh mundur dan berhenti saja…mustahil………
Ternyata …hebat sikecil ini menjadi pemuncak….dia berhasil mendaki menara tinggi tadi yang dimata mereka yang menonton adalah suatu hal yang tidak mungkin dan tidak masuk akal….
Setelah diwawancarai sipemenang tadi …………..ternyata katak kecil ini “TULI”…..sehingga sekeras apapun teriakan para penonton tidak dia indahkan…sampai dia akhirnya menjadi pemuncak sayembara ini dengan sukses menaklukkan menara tinggi tadi.
Terkadang kita memang perlu menjadi “TULI” terhadap hal-hal yang sebenarnya tidak perlu untuk didengarkan dan diindahkan kan…karena memang dalam kehidupan positif dan negatif adalah dua sisi mata uang yang tidak mungkin untuk dipisahkan …disinilah perlunya ketulian kita terhadap hal-hal yang mengganggu proses perbaikan diri kita menjadi lebih baik…baik dimata manusia apatah lagi tentu baik di mata sang Khalik………yang terpenting teruslah berjalan, melangkah atau mungkin barangkali kalau kita mampu berlari tentu lebih baik…tetaplah berpikir positif karena memang itu yang terbaik untuk sukses kita dunia akhirat…baik dari bisnis, keluarga, dakwah dan agama kita….

Kategori:Refleksi Tag:,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: