Beranda > Tarbiyah > Abi vs Televisi

Abi vs Televisi

Percaya deh …kotak kecil dengan ukuran 21 ” (inchi) dengan depannya ada kaca layar datar dengan aneka gambar dan warna warni sungguh menarik ditambah bisa ngomong, dan nyanyi lagi….bisa mengalahkan kedekatan anda dengan sibuah hati tercinta…percaya deh ini saya alami dan sakit..juga ya kalah sama benda mati yang nama kerennya Televisi ini….pantesan dulu ya seorang aktor kawakan indonesia sekelas Didi Petet dalam sebuah seminar tentang televisi di Kampus ISI Padangpanjang pernah bilang “Matikan aja TV…”

Kejadianya bermula ….seperti biasa setiap pulang kerja ……..dalam istilah kami di minang kabau “bawa untuak pembukak pintu” saya sedikitnya belikan kue dan cemilan untuk dua orang jundi kecil dirumah…yang tua baru mau 3 tahun dan yang kecil baru 1 tahun…nah hari itu kebetulan saya ngak bawa apa-apa kerumah…ya mungkin karena kecapekan dan lelah sepulang kerja ngak sempat mampir dulu ke pasar seperti biasanya, si abang yang berumur 3 tahun nanya…beli apa bi…ada ue..?,..saya agak kaget mo jawab apa ya…”o ya besok ya nak…besok abi beli keu” alhamdulillah cukup tenang dan aman dengan jawaban ini.

Besoknya …sepulang kerja sesuai janji saya dengan si abang kemarin …saya belikan kue untuk mereka dirumah…Assalamu’alikum..saya buka pintu rumah…dan kejadia kali ini agak aneh …si abang yang biasanya berlari kalau saya datang…kali ini diam membisu dedepan layar TV. Uminya bilang ..nak abi pulang tuh…dia hanya menoleh..lalu kembali fokus dengan tontonannya.

Sedih..hari ini saya kalah dengan TV…ternyata sedikit kekurang perhatian kita terhadap mereka…begitu berdampak dan mereka rasakan…kalau mereka tidak diperhatikan….lalu bagaimana jadinya kalau keseharian kita tersibukkan dengan segala rutinitas pekerjaan, dan seabrek aktifitas lain. kita lupa dengan mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang dalam masa-masa emas pertumbuhan mereka jangan salahkan nanti kalau anak-anak kita lebih nyaman dengan pengasuhnya dibanding kita..atau seperti kejadian yang saya rasakan….mereka lebih nyaman dengan televisi dibanding melihat kedatangan kita…siapkah kita dengan kondisi seperti ini…anak-anak yang kita harapkan kelak akan menjadi penambah saldo amal kita setelah tiada dengan doa-doa mereka..ternyata lupa atau memang mereka sengaja lupakan kita sebagaimana kita melupakan dan mengasampingkan mereka dengan alasan pekerjaan, kegiatan sosial atau terkadang dakwah kita jadikan alasan kekurang perhatian kia pada mereka, padahal harusnya sesibuk apapun kita, seaktif apapun kita tentunya waktu-waktu berharga buat mereka jangan kita lupakan…yang terpenting bukan kuatitas dan intensitas pertemuan kita dengan mereka , tapi efektifitas dan kualitas kebersamaan kita dengan mereka.

Untuk Ibrahim dan Syamil..maafkan abi ya nak….

Kategori:Tarbiyah Tag:
  1. September 25, 2014 pukul 2:14 am

    Simply wish to say your article is as amazing. The clearness in your post is simply great and i could assume you are an expert on this subject.
    Fine with your permission allow me to grab your feed to keep
    updated with forthcoming post. Thanks a million and please keep up the enjoyable work.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: