Beranda > Refleksi > Pak Tua itu telah pergi……………

Pak Tua itu telah pergi……………

Hari ini salah seorang dari keluarga besar kami dikantor, berpulang menahadap sang kekasih tercinta Allah SWT,Pak Tua begitu orang-oran di kantor memanggil beliau, walau mungkin hanya sempat berkomunikasi dan bersosialisasi dengan beliau hanya beberapa kali, karena memang sewaktu saya bergabung dengan lembaga ini di tahun 2005 lalu beliau sudah pensiun, tapi sungguhpun demikian masih sering silaturahmi dengan kita-kita dikantor…orangnya sederhana, ramah dan suka bercanda dan murah senyum…friendly bahasa sananya….beliau juga bukan pejabat teras dilembaga ini….hanya seorang caraka dan juru foto copy surat menyurat. tapi dedikasinya untuk lembaga ini sungguh luar biasa…itu yang saya dengar dari senior-senior disini yang lebih banyak bersosialisasi dengan beliau. ya seperti sebuah kata-kata bijak dalam sebuah iklan produk minuman produksi anak bangsa ini “apapun dan dimanapun posisi kita pasti memberikan manfaat untuk bersama…selama posisi itu kita sikapi dengan keikhlasan ” itu versi saya aslinya ????? lupa……….

Tapi bukan hanya sekedar itu yang jadi fikiran…..bukankah kita juga akan sama dengan beliau nanti…entah hari ini…besok…minggu depan…bulan depan wallahu ‘alam …tapi yang pasti siapapun kita…apapun pangkat dan jabatan kita…dan sekaya apapun …pasti akan menjalani apa yang dilalui pak Tua hari ini…

Begitulah yang pasti semua kita akan menghadap padaNYa….seperti pak Tua tadi….dan yang pasti dan sangat pasti tentulah untuk menghadap sang kekasih kita pasti membawa bekal. lalu…sudah banyakkah bekal kita…dan tentunya kalau kita saat punya anak dan isteri, punya sedemikian bayak harta kekayaan, dan sedang diamanahi dan memangku jabatan penting.. apakah mereka dan semua itu akan ikut menammani kita..yang pasti paling banter dan sesayang -sayangnya isteri dan anak pada kita …hanya sampai tanah merah mereka temani….lalu akan balik lagi meninggalkan kita sendirian dirumah baru kita.

Lalu siapakah nanti yang akan menemani kita ditempat peristarahatan menunggu kita menghadapNya..tentunya bekal ini adalah amaliayah kita selama hidup didunia….satu lagi yang jadi tanda tanya besar dalam hati dan fikiran kita….sudah cukupkah amalan kita..sudah siapkah kita dengan bekal untuk bertemu denganNYa nanti….dan barangkali dari segi kuantitas amaliyah kita memang banyak…solat kita cukup ada sunnahnya ada puasa dan qiyamulail bahkan udah haji berkali-kali…apakah ini cukup…dan yang pasti sudahkah amal-amal kita ini dapat kita banggakan kepadaNYa kelak…bagaimankah niat kita dengan amalan ini..sudah ikhlaskah atau hanya sekedar rutinitas belaka…..pertanyaannya APA YANG DAPAT KITA BANGGAKAN KEPADA ALLAH NANTI ?????
…saya teringat dengan sebuah hadist baginda nabi yang cukup panjang….menceritakan bagaimana tiga orang pemuda yang terjebak dalam sebuah gua..dimana mulut gua ini tertutup oleh batu besar yang menghalangi mereka untuk keluar…dan dikisahkan kalau masing-masing dari ketiga orang ini berdoa pada Allah dengan amal-amalnya masing…ada yang membanggakan kebaikannya terhadap ibunya..ada yang membanggakan bahwa dia mampu menahan nafsu ketika digoda seorang perempuan..dan ada yang membanggakan dia gaji karyawannya yang tetap dibarikan setelah sekian tahun karyawan ini tidak bersamanya…hingga setiap mereka berdoa bergeserlah batu yang menghalangi gua ini…….Bagaimana dengan kita???

Kategori:Refleksi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: