Beranda > Refleksi > Sepucuk surat untuk teman setiaku…..

Sepucuk surat untuk teman setiaku…..

17 Agustus 2010………

Subhanallah…………..Ngak terasa ….waktu begitu cepatnya berlalu detik, jam , hari bulan ke tahun ….telah kita lalui lebih kurang seribu hari penuh tarbiyah, hikmah dan pembelajaran yang Allah berikan untuk kita…..ada tawa, ada canda, ada senyuman, dan tidak ketinggalan ada air mata, ada cemburu, ada curiga . manis dan pahit, haru biru, riak gelombang samudera kehidupan telah kita coba dan harungi Alhamdulillah perahu kecil kebanggaan kita sampai detik ini masih terlihat gagah, berlayar kokoh ditengah samudera nan maha luas menuju pulau impian yang sama-sama ingin kita raih…………….mi …….dulu diawal keberangkatan kita tiga tahun lalu komitmen dan janji bersama telah diucapkan….bantu suamimu jika salah membawa kemudi, ingatkan ketika ada riak dan gelombang bahkan berteriaklah kalau badai itu datang, hingga perahu kecil kebanggaan kita tidak patah pendayung dan kehilangan kompas arah tujuan bahkan tenggelam dilamun gelombang ganas lautan kehidupan nan teramat luas.

Mi…Alhamdulillah Allah pertemukan kita…dihari dimana seluruh rakyat negeri ini bersuka cita dan berbahagia, subhanallah tanggal ini tidak hanya menjadi tanggal keramat bagi bangsa dan Negara tercinta, tidak hanya menjadi tonggak sejarah pendobrak zaman bagi negeri yang kita kenal sebagai tanah surga ini setelah sekian masa dikungkung dan dirantai dan dibelenggu tangan-tangan rakus dan arogan para penjajah, tapi sekaligus menjadi hari terindah dan sarat hikmah dan tarbiyah bagi orang yang saat ini telah engkau pilih menjadi teman dan imam serta nakhoda untuk perahu kecil kebaggan kita. Allahu akbar …maha besar Allah untuk segalanya…pertemuan itu sungguh tidak terduga…Allah telah kirimkan dirimu ditengah kegamangan mencari dan merindu seorang yang akan mendampingi kesendirianku…Allah berikan jawaban untuk setiap hajat dan istikhrahku, …… eh padahal itu kali pertama lho mi …kita bertemu dan lucunya tampa bicara satu patah pun….cuman dikasih izin lihat wajah teduhnya calon ibu dari anak-anakku kelak….(jujur….mi …walau cuman lihat sesaat ,  berharap sangat memang waktu itu…semoga benar gadis ini yang akan menjadi teman hidupku….) tapi sungguhpun kejadiannya hanya sesaat paling lama 10 menit awal pertemuan ini karena memang hari itu jumat dan aku pun akan melaksanakan kewajiban solat jumat…tapi sungguh Allah maha agung …Dia berikan aku kayakinan kalau dirimulah orang yang tepat yang insyaAllah akan mampu memahami dan mengerti semua tentang aku. Alhamdulillah keyakinan itu semakin bertambah ba’da sholat jumat kembali aku sambung istikhirahku semoga ini benar pilihan paling tepat yang dikirimkan Allah kepadaku. Dan Alhamdulilllah memang keyakinan itu berlanjut dengan proses awal perkenalan dan ta’aruf kita….subhanallah ya Mi…ternyata nikmat Allah begitu indahnya Dia mudahkan semua proses kita..Allah lapangkan dan percepat semuanya…dengan niat suci dan ikhlas hanya dalam hitungan satu bulan sepuluh hari tanggal 28 september 2007 bertepatan dengan 17 ramadhan 1429 H…Mitsaqon Ghalizan dan Aqad suci itu terucap doa dan pengharapun tidak terlupakan Barakallahu Laka wa barakallahu alaika wa jama’a bainakuma fi Khairin.

15 Ramdhan 1431 H

Mi….17 Ramadhan akan menjelang….sungguh telah banyak hikmah dan tarbiyah yang telah kita alami….tidak terasa dua jundi kecil kita sebagai amanah dan titipan terindah dariNya telah menghiasi dan menemani hari-hari kita mengharungi samudera luas menuju pulau impian yang menjadi pengharapan dan cita-cita kita bersama, terima kasih banyak untuk semuanya, perhatian, kasih sayang, pengertian dan ketulusan cinta yang kau berikan untuk kami suami dan anak-anakmu.

Mi…mohon maafmu…untuk semua kesalahanku, ke egoisan suamimu…ketidaka adilan, ketidak jujuran yang barangkali sengeja ataupun tidak sengaja dilakukan atau tampa sepengetahuan atau mungkin karena sedikit perbedaan pemahaman, karakter,  latar belakang keluarga kita, adat dan kebiasaan kita dalam  memaknai arti cinta, arti keadilan dan arti sebuah kejujuran dalam rumah tangga kita …hatimu kadang terluka atau tersakiti dengan ucapan, perkataan, tingkah perbuatan dan kurenah yang selama ini aku perbuat. Mohon maafmu isteriku tercinta…sungguh semua itu diluar kemampuan suamimu….benar memang engkau punya pengharapan begitu besar dari suami ayah dari anak-anakmu…engkau punya beribu asa dan berjuta mimpi indah yang ingin kau rasakan, kau rajut dan maknai dalam kehidupan rumah tangga kita….namun jujur mi…mungkin barangkali sampai saat ini semua itu belum terlaksana sesuai hapan dan asa mu….mohon maaf dan pengertian darimu isteriku tersayang…..

Ummi tercinta mohon doa dan bantuanmu agar suamimu mampu mewujudkan semua impian semua asa serta semua cita-cita mu..cita-cita kita berdua..agar perahu kecil yang kita banggakan ini…tetap mampu berlayar dengan gagah mengharungi semudera luas menuju pulau impian yang sangat kita damba….dan sangat kita impikan..semoga Allah azza wajalla membimbing kita selalu. Amiin ya rabbal ‘alamin

Mi…sungguh dikau teramat berati…tidak banyak yang mampu aku ungkapkan tapi sungguh aku benar-benar mencintaimu I Love you for love me to Allah and Rasulullah and I promise make you be happy .

Untuk Isteriku tercinta dan ibu anak-anakku tersayang.

Abi Ibrahim

Kategori:Refleksi Tag:,
  1. Wahyudi Wahid
    Mei 26, 2011 pukul 3:55 am

    Subhannallah….. Mantap fan, tak tersa mataku berkaca-kaca saat membaca tulisan ini. Sungguh dalam dan nyata kata-kata nya fan.
    (Good Luck untuk sahabatku Arfan Novendi)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: