Beranda > Refleksi > Ketika Solat menjadi makanan kita

Ketika Solat menjadi makanan kita

Allahu Akbar…Allahuakbar…Ashduanla Ilahaillallah, Ashaduanna Muhamadur rasulullah, hayya ala solah..hayya alal falah…begitulah panggilan cinta sang khalik untuk kita yang acapkali kita lengahkan bahkan mungkin tidak kita gubris sama sekali, dengan berbagai alasan …tanggung, sebentar lagi, masih ada waktu…itu mungkin sedikit dari beribu alasan yang kita buat untuk menunda panggilan mulia ini. ya..kesibukan dan rutinitas kita mencari dunia telah melalaikan kita…”fawailul lil Mushallin …allazi nahum ansolaa tihim sahun..”.

Itulah kita……..coba bayangkan jika panggilan kita tidak diacuhkan..kira-kira bagaimana perasaan anda, kalau anda seorang ayah ketika anak tidak mengindahkan panggilannya ..kira-kira pas si anak minta sesuatu bakan cepat dipenuhi…jawab sendiri ya…..

Lalu sebenarnya apa yang menjadi kunci permasalahan sehingga kita sering melalaikan panggilan ini…mungkin sedikit cerita berikut ini bisa memberikan gambaran apa sebenarnya kekeliruan kita dalam memaknai panggilan mulia ini..

Suatu ketika seperti biasa dikantor saya tetap berusaha untuk solat diawal waktu secara berjamaah, kebetulan waktu itu pengantar diawal tulisan ini juga menimpa saya..walau tidak melalaikan tapi tetap terlambat..astagfirullah …ampuni ya rabb…seorang teman yang telah selesai menjawab panggilan cinta sang khalik berpapasan di depan pintu ruang solat sambil berujar kepada saya dengan gerakan tangan seperti gerakan tangan akan menyuap makanan ” Solat udah …” tinggal Makan lagi Fan ..” dengan gerakan tangan seperti takbiratul ikram diawal solat kita….saya tersenyum…ya bang silahkan jawab saya…saya solat dulu..meniru gerakan rekan sekantor ini….

Malam harinya …dirumah ..saya teringat kejadian siang tadi …saya tersenyum…mulai faham…dengan gerakan-gerakan teman tadi siang waktu solat zuhur……ternyata “Gerakan tangan seperti mau makan dan gerakan takbiratul ikram untuk niat mau makan siang” punya makna yang cukup dalam dan mengena…ya seperti fisik kita butuh makan untuk tetap bisa beraktifitas…tentunya rohani kita juga butuh makan untuk bisa tetap mendekat kepadaNya…..dan seandainya ketika kita mampu menyamakan dan merasakan solat ataupun ibadah-ibadah lainnya..seperti kita mau makan untuk fisik kita, tentunya setiap panggilan cinta dari yang Maha mencinta..tantunya tidak akan kita lengahkan, tangguhkan bahkan kita abaikan…Wallahu a’lam bis showab…

Untuk diri yang sering lalai…jadikanlah iabdahmu layaknya
kau tak mampu menahan diri ketika merasa lapar

Kategori:Refleksi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s